Home » Berita » Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Seni Tari tingkat SD Kurang Optimal

Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Seni Tari tingkat SD Kurang Optimal

Monday, 23 July 12 | 10:09

Rabu Pon, 18 Juli 2012.Apresiasi seni tari sebagai salah satu wahana untuk menumbuhkan sikap, menghargai, memahami, menikmati seni serta merangsang kemampuan kreasi, melalui kegiatan seni dan pengalaman estetik dalam kehidupan sehari hari. Apresiasi seni tari Nusantrara daerah setempat menjadi materi yang harus di pertahankan karena karya seni tari nusantara daerah setempat menjadi ciri khas seni daerah.
Standar kompetensi pembelajaran seni tari di Sekolah Dasar khususnya apresiasi seni tari Nusantara daerah setempat tidak berjalan sesuai dengan harapan, hal ini dikarenakan kapasitas guru yang tidak memiliki latar belakang pendidikan seni tari secara khusus menyebabkan pelaksanaan pembelajaran pendidikan seni tari tidak optimal, hal ini disampaikan Wahira, dosen FIP Universitas Negeri Makasar di depan tim penguji yang terdiri dari Promotor  Prof. Dr. Joko Widodo, M.Pd, kopromotor Prof. Dr. Muhammad Jazuli, M.Hum dan Prof. Dr. Totok Sumaryanto, M.Pd.
Dalam penelitain “Pengembangan Model Pelatihan Apresiasi Seni Tari Nusantara Daerah Setempat Pada Guru Sekolah Dasar di Makasar”, Wahira menggunakan metode penelitian Research and Development ( R & D) dengan responden guru Sekolah Dasar di Makasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pelatihan ASTNDS hasil pengembangan mampu meningkatkan keefektifan pelatihan apresiasi seni tari .
Wahira , anak pertama dari pasangan H. Baso Siruwa dan Hj. Halijah dinyatakan lulus oleh tim penguji dengan predikat Dengan Pujian, masa studi 2 tahun 11 bulan, sebagai Doktor ke 111 lulusan Unnes dan doctor ke 83 lulusan prodi Manajemen Kependidikan Unnes.

Diunggah oleh: Artanto