Mahasiswa Pascasarjana Diajak Jadi Manusia yang Bernilai Global

foto 3

Nilai manusia terletak pada visi dan misi yang dimilikinya. Visi dan misi yang dimiliki harus bersifat global agar dapat memperkuat interaksi dan relasi. “Melatih mental adalah salah satu cara belajar untuk berkompromi sehingga dapat menjadi akselerasi yang luar biasa,” kata staf khusus Menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), K.H. Abdul Wahid Mahtub pada kuliah umum Pascasarjana Universitas Negeri Semarang (Unnes), Jumat 16 September 2016 di auditorium Sekaran Unnes.

Lebih lanjut, lelaki yang akrab disapa Gus Wahid ini juga menyampaikan, konsep literasi tidak hanya melihat simbol-simbol bahasa tetapi juga berlaku untuk melihat tanda-tanda jaman agar kita dapat mengantisipasinya.

Kuliah umum bertema “Pengembangan Literasi Keilmuan dan Atmosfir Akademis Perguruan Tinggi untuk Mendukung Daya Saing Bangsa” dihadiri oleh 837 mahasiswa S2-S3 PPs Unnes.

Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Dr. Ir. Sri Puryono Karto Soedarmo, MP., turut menyampaikan bahwa Jawa Tengah telah memulai revolusi mental dengan membangun komitmen dalam mewujudkan ketertiban dan kedisplinan. “Jateng sebagai pelopor revolusi mental mencoba untuk membuat peraturan yang memuat bagaimana membentuk revolusi mental dalam diri sendiri,” katanya.

Rektor Unnes, Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum menuturkan, literasi kelimuan di Unnes perlu ditingkatkan kualitasnya agar Unnes menjadi universitas yang berwawasan konservasi dan bereputasi internasional. Untuk itu, Unnes mempunyai komitmen melayani mahasiswa dengan senantiasa meningkatkan mutu. “InshaAllah, tahun ini Unnes optimis meraih akreditasi A karena sebanyak 50% program studi di Unnes sudah berakreditasi A,” ungkapnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*