Plagiasi Rektor UNNES Tidak Terbukti

Rektor Universitas Negeri Semarang (UNNES), Fathur Rokhman dinyatakan tidak terbukti melakukan plagiasi. Sesuai dengan Surat Rektor Universitas Gadjah Mada, dengan nomor 1720/UN1.P/SET-R/HK/2020 pada tanggal 2 April 2020, dugaan plagiarisme Fathur Rokhman sudah selesai. Dugaan plagiarisme Rektor UNNES menjadi perbincangan masyarakat setelah adanya pengaduan dugaan plagiarisme dalam disertasi yang berjudul “Pemilihan Bahasa dalam Masyarakat Diwibahasa: Kajian Sosiolinguistik di Banyumas”. Prof. Dr. Heddy Shri Ahimsa-Putra, M.A., M.Phil, bertindak sebagai co-promotor mengatakan bahwa disertasi tersebut bukan hasil plagiarisme. Dewan Kehormatan Universitas Gadjah Mada (DKU) telah melakukan pemeriksaan dan telah memberikan rekomendasi hasil pemeriksaan tersebut kepada Rektor. Rektor UGM sudah meminta pendapat hukum dengan bebrapa ahli hukum dan sudah dilakukan pemeriksaan terhadap promotor dan saksi yang diduga hasil karyanya diplagiasi. Berdasarkan hasil pemeriksaan DKU dan pendapat hukum dari beberapa ahli hukum, Universitas Gadjah Mada menyatakan bahwa dugaan plagiarism dalam disertasi Fathur Rokhman dinyatakan tidak terbukti. Selama mengikuti jalannya pemeriksaan yang dilakukan oleh DKU atau Dewan Kehormatan Universitas UGM Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum sangat kooperatif dalam memberikan argument beserta bukti-bukti yang mendukung. Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) juga telah mengkaji adanya tuduhan plagiarisme yang di berikan kepada Prof. Dr. Fathur Rokhman, MHum dan dinyatakan bahwasanya beliau tidak melakukan plagiasi.

Informasi lebih lengkap dapat dibaca di https://www.suaramerdeka.com/news/nasional/234718-plagiasi-rektor-unnes-tidak-terbukti.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*