Tommi Yuniawan Doktor Ekolinguistik

Tommi Yuniawan, Pria kelahiran Brebes tahun 1975 putra dari keluarga Bapak Sudiarto Hari ini mengikuti ujian terbuka di kampus Pascasarjana kampus Kelud Utara III. Ia menyelesaikan pendidikan S1 di IKIP semarang tahun 1998, S2 UGM Yogyakarta tahun 202, Short cource Seamo RLC di singapura 2006 ini menekuni bidang ekolinguistik. Sejak 1999 ia menjadi dosen di jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang sejak tahun 2013.

Prestasinya luar biasa, pernah meraih Mahasiswa  teladan 1996,  wisudawan terbaik 1998, dosen teladan  2003, Peneliti penyaji terbaik penelitian dosen muda dan studi kajian wanita tingkat nasional 2006, dan seabrek prestasi  aktifitas akademik yang luar biasa. Pak Tommi panggilan akrabnya, saat ini menjabat sebagai staff ahli rektor bidang kemahasiswaan sejak 2007 sampai saat ini.  Atas kepiawaiannya menulis dan meneliti Pak tommy selalu menghantarkan mahasiswa untuk mengikuti pimnas dan Pusat Kreatifitas Mahasiswa (PKM) mahasiswa di tingkat nasional.

Pak Tommi Desertasinya mengupas tentang khazanah dan literasi ekoleksikon dalam teks berita konservasi di media masa: kajian ekolinguistik. Temuan yang dihasilkan oleh Pak Tommi berupa bentuk ekoleksikon dalam teks berita konservasi yang dipilahkan berdasarkan tiga pilar, yaitu 1) bentuk ekoleksikon pilar nilai dan karakter 2) bentuk ekoleksikon pilar seni dan budaya, 3) bentuk ekoleksikon pilar sumber daya alam dan lingkungan.

Pak Tommi dengan bimbingan Prof Dr Fathur Rokhman MHum (promotor), Sekretaris Prof Dr H Achmad Slamet MSi, Prof. Dr. Rustono M.Hum. (Kopromotor), dan Dr. Hari Bakti Mardikantoro M.Hum. (Anggota promotor) berhasil mempertahankan disertasinya oleh penguji Prof Dr Aron Meko Mbete penguji I dari Universitas Udayana Bali, Prof Dr Agus Nuryatin MHum penguji II, dan Prof Dr Ida Zulaeha MHum penguji III.Pak Tommi dinyatakan lulus para penguji dengan predikat Sangat Memuaskan, indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,92. Prof Fathur juga menambahkan bahwa Tommi ini juga menjadi Doktor Pertama Ekolinguistik Konservasi.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*