“Engaging Parents in Outdoor Learning: Crossing and Extending Curriculum Priorities for Preschool”

Program merdeka belajar yang diselenggarakan melalui kegiatan Guest lecture. Terselenggaranya Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi dari tiga Program Studi pascasarjana Unnes, meliputi program studi S2 Pendidikan Anak Usia Dini, S2 Pendidikan Luar Sekolah dan S2 Pengembangan Kurikulum pada 29 November 2022. Kegiatan terselenggarakan melalui online dengan tema “Enganging Parents in Outdoor Learning: Crossing and Extending Curriculum priorities for Preschool”. Guest Lecture menghadirkan praktisi dari Norwegia yaitu Retno Hartanti Tomstad yang bekerja sebagai Educational Leader at Mautua Early Childhood Educationa-Kristiansand- Norwey. Kegiatan dibuka oleh Koorprodi Program Studi Magister Pengembangan Kurikulum Prof. Sri Wardani, M. Si Adapun dosen yang menghadiri kegiatan tersebut yaitu Yuli Kurniawati Sugiyono Pranoto, S. Psi., M. A., D.Sc., sebagai Koorprodi Program Studi Magister Pendidikan Anak Usia Dini dan Dr. Tri Suminar, S.Pd., M.Pd., sebagai Koorprodi Program Studi Magister Pendidikan Luar Sekolah. Jumlah peserta mencapai 172, yang terdiri dari mahasiswa S2 Pendidikan Anak Usia Dini, S2 Pendidikan Luar Sekolah dan S2 Pengembangan Kurikulum

Sebagai seorang pendidikan sudah menjadi tanggung jawab untuk merancang dan memberikan pembelajaran yang menyenangkan sehingga peserta didik merasa nyaman dan aman dalam mengikuti pembelajaran. Belajar sambal bermain dan bermain seraya belajar, merupakan konsep pembelajaran untuk anak usia dini. “Bermain merupakan cara anak belajar memecahkan masalah, mengendalikan hidup mereka, mengenal gerak, pengendalian emosional serta emaksimalkan tumbuh kembang lainnya dalam diri anak-anak sehingga anak memiliki kekayaaan pengetahuan untuk kehidupannya” ujar Retno Hartanti Tomstad. Pembelajaran di alam terbuka sebagai upaya pendidik untuk memaksimalkan tumbuh kembang anak dan tentunya meminimalisir permasalahan proses belajar mengajar. Kegiatan Outdoor mampu membentuk kecerdasan sosial anak dan imajinasi anak untuk terus berkembang. Di dalam mewujudkan tujuan pendidikan membutuhkan kolaborasi antar guru, orang tua dan lingkungan sekitar untuk menjadi roles model bagi anak-anak.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*